ANALISIS STRATEGI BERSAING ANTARA MAL-MAL YANG ADA DI DAERAH BEKASI DAN DEPOK
Menurut saya, mal-mal yang ada di Bekasi dan depok memakai analisis strategi bersaing face to face. Mengapa demikian? Semakin banyak yang bebrbinis di dalam suatu kawasan semakin banyak juga orang yang akan datang ke kawasan pusat bisnis tersebut.
Kita bias mengambil contoh pertama pada mal-mal yang ada di depok. Mal-mal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti halnya DETOS dan MARGO CITY. Mungkin kedua mal itu yang sangat menocolok di daerah DEPOK karena letaknya yang berhadapan. Margo memiliki tingkat kelas ekonomi yang mungkin bisa dikatakan lebih kelas ke atas. Sesdangkan DETOS bisa di katakan lebih ke kelas menengah. Tapi kedua mal tersebut tidak merasa tersaingi karena dari kedua mal tersebut memiliki strategi masing-masing. Ke dua mal tersebut juga masih memiliki prospek yang baik untuk di kembangkan. Palagi di detos yang masih banyak toko-toko yang kosong di dalamnya.
Persaingan bukan hanya milik detos dan margo city. Di depok juga masih ada mal-mal seperti plaza depok, mal depok, dan carefour. Mereka juga memakai analisa strategi bersaing face to face dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Plaza depok yang dekat dengan terminal depok membuat para pengunjung banyak yang mendatangi plaza depok. Mal depok juga tidak tinggal diam, dia melakukan pemugaran dan perbaikan di gedungnya. Carefour dengan gedungnya sendiri juga memiliki strategi bersaing.
Di bekasi persaingan face to face juga terlihat antara GIANT, METROPOLITAN MAL, dan BEKASI CYBER PARK. Mungkin yang lebih mencolok antara Giant dan Met Mal. Sama seperti halnya dengan Detos dan Margo city, giant dan metmal memiliki pengunjung dari kelas yang bebeda. Mengingat kualitas barang yang mereka jual sangat berbeda. Giant hipermal dengan giant supermarketnya sedangkan MetMAl dengan super indonya.
Untuk carefour, carefour memiliki manajemen starategik yang baik. Mengingat dia terus mengembangakan sayapnya dengan membuka cabang dimana-mana dengan gedung yang hamper semua dia miliki sendiri.
Kalau bicara tentang persaingan itu sangat sensitive. Salah jika kita memilih laise n run. Karena semakin banyak persaingan di suatu kawasan semakin banyak orang-orang yang tertarik untuk mendatangi pusat bisnis tersebut dan itu menjadi keuntungan dari sebuah persaingan.
Minggu, 18 April 2010
ANALISI STRATEGIS BERSAING ANTARA MAL-MAL DI BEKASI DAN DEPOK
Diposting oleh rozia stefani di 09.51 Label: ANALISA, BERSAING, MAL-MAL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar