CAFTA SEBUAH PELUANG ATAU SEBUAH “PERMAINAN”?
Bicara tentang CAFTA yang kita tahu hanyalah sebuah strategi Negara yang maju yang mengekspansikan barang-barangnya ke Negara-negara ASEAN. Apakah itu sebuah peluang? Atau apakah itu sebuah permainan seperti Olimpiade? Jawabnya bisa iya bisa tidak.
Semenjak diberlakukan CAFTA pada tanggal 1 Januari 2010, itu menjadi “PR” besar bagi pemerintah Indonesia untuk memajukan perekonomian Indonesia. Dengan adanya CAFTA pemerintah di tuntut untuk bekerja keras dalam membuat strategi menghadapi CAFTA serta harus dibarengi dengan politik ekonomi pemerintah yang jelas dan tegas, khususnya untuk membangun daya saing dari keuntungan kompara- tif menjadi keuntungan yang kompetitif.
Dengan adanya CAFTA ini seharusnya menjadi katup kebangkitan pasar domestic di Indonesia. Karena seharusnya kita bisa melihat adanya sebuah peluang dibalik strategi china yang memperluas pasarnya ke Negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Singapura, Kamboja, dan Thailand. Pelaku ekonomi di tuntut untuk bisa mencari celah dan mebuat inovasi walaupun kita tahu produk china sudah “merajalela” di Indonesia. Dan apakah bisa CAFTA ini di jadikan sebuah permainan/games? Jawabannya adalah iya. Mengapa? Karena di akhirnya nanti pasti akan ada yang kalah dan akan ada yang menang.
Padahal, sebelum CAFTA diberlakukan saja, pasar domestik Indonesia sudah dibanjiri produk-produk China. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa banjir produk murah dari China menyebabkan pangsa pasar usaha tekstil dan produk terkait (TPT) domestik turun dari 57% pada tahun 2005 menjadi 23% pada tahun 2008. "China merupakan ancaman bagi Indonesia," kata ekonom dari Manajemen PPM, Dr. Pepey Riawati Kurnia, MM.
Dengan adanya ancaman pada produk-produk asli dalam negeri, pemerintah harus lebih memfokuskan stategi yang “jitu” untuk menghadapi CAFTA ini. Misalnya pada internal factor lingkungannya. Pada dasarnya strategi yang pemerintah buat sangat mensuport pelaku ekonomi khususnya UMKM, dengan menekankan pembiayaan pada UMKM tersebut. Akan tetapi cara pemerintah memfokuskan pada pemberian pembiayaan tidak menjamin sector UMKM bisa bertahan dengan adanya CAFTA. Karena pemerintah juga harus memberikan pembinaan teknologi, pemasaran, dan skill pada UMKM.
Kenapa produk China bisa menembus pasar internasional?. Itu dikarenakan pemerintah China bisa melihat peluang pasar dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusianya. China bisa membuat keadaan terjepit menjadi sebuah peluang dan menimbulkan keuntungan yang besar. China bisa menjual produknya dengan harga murah dan dengan kualitas yang mungkin bisa di katakan cukup baik karena sentuhan teknologi.
Tapi dengan adanya keunggulan China tidak menutupi keunggulan yang dimiliki oleh Negara tercinta kita Indonesia. Seharusnya Indonesia bisa lebih maju daripada China. Mengingat Indonesia memiliki SDA dan SDM yang memadai. Dengan catatan Indonesia harus lebih mencintai produk dalam negeri. Kita jangan pernah meremehkan produk dalam negeri. Salah satu sumber mengatakan bahwa ada produk luar negeri yang terkenal menggunakan bahan dasar dari Indonesia. Jadi jika ada yang bilang Indonesia tidak pantas menandatangani MOU (Memorandum Of Understanding) perlu dipikir dua kali. Indonesia sebenarnya memiliki banyak produk yang sudah terkenal di seluruh dunia. Hanya saja Indonesia kurang mempromosikan dan mempatenkan hasil produknya sendir di tambah kurangnya support pemerintah untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri. Tidak jarang banyak Negara-negara mengklaim produk asli Indonesia.
Dilihat dari eksternal factor lingkungan, strategi menghadapi CAFTA adalah dengan meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Kita bisa melihat contoh Negara India dengan prinsip yang di berlakukan oleh mahatma Gandhi. Yaitu katakan tidak untuk produk luar dan katakan iya untuk produk dalam negeri. Indonesia juga harus berhenti untuk mengimpor barang dari Negara lain.
Dilihat dari analisis BCG ( market share ) itu hanya lebih menekankan pada peluang pasar dan strategi pasar yang kan dilakukan oleh pemerintah.
anialisa swot di perusahan sanbe dalam menghadapi cafta
Analisis SWOT
Strength
Pada bagian produksi, Sanbe merupakan pemimpin dalam penelitian bioavaibilitas dan bioekivalen produk obat dengan menggunakan standard GCP dan GLP yang terbaru.
Laboratorium Sanbe telah terakreditasi oleh National Accredited Body (KAN) sehingga memperoleh ISO/IEC 17025:2005, dan juga diakui oleh BPOM.
Sanbe juga menerima sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Health Science Authority (HSA) Singapura pada pabrik atau bangunan preparasi steril. Sanbe berpedoman pada GMP yang meliputi semua rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Hal ini membuktikan bahwa pabrik pengolahan obat yang steril milik Sanbe telah memenuhi Standard Uni Eropa.A
Memiliki lobi dan jaringan dokter yang kuat
Memiliki pemimpin perusahaan yang ulet, tegas, dan jeli menangkap peluang pasar dan turun tangan dalam semua kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan.
Karyawan merupakan orang-orang yang berkualitas. (Sdm karyawan didayagunakan efektif dan efisien).
Memilik pabrik infus steril kemasan softbag yang canggih dan yang pertama di Indonesia, serta memiliki keunggulan teknologi pembuatan infus yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara, yaitu sistem sterilisasi 121° C, selama 15 menit. Sehingga produk infus yang dihasilkan oleh Sanbe berkualitas jauh lebih tinggi dibanding merek lainnya
Weakness
Belum mampu mengelola sumber daya manusia secara profesional à sistem human resources atau people management belum kokoh.
Menurut pandangan Jahja B Soenarjo, CEO Direction Strategy Consulting : gaya Jahja Santoso dalam memimpin perusahaan masih konvensional sehingga Sanbe belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen secara profesional.
Jahja Santoso belum memberi kekuasaan secara penuh (masih setengah percaya pada putra dan orang-orang kepercayaannya).
Opportunity
Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat per kapita.
Sanbe Farma memiliki international operations di 12 negara. Dengan demikian, kesempatan Sanbe Farma untuk menjadi pemain global semakin terbuka lebar.
12 Januari 2006, Sanbe Farma meresmikan pabrik infus steril kemasan softbag pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pasar infus saat ini masih lenggang pemain. Satu-satunya saingan yang leading di bisnis ini hanyalah PT Otsuka Indonesia, sehingga kesempatan Sanbe Farma untuk memasuki pasar infus masih sangat besar.
Dibukanya Santosa Bandung International Hospital. RS ini akan menjadi rumah sakit pertama untuk pendistribusian Infus dan beberapa produk baru Sanbe Farma lainnya
Infus menyasar pasar menegah ke atas. Dengan semakin bertumbuh suburnya rumah sakit mewah (Brawijaya Woman and Children Hospital, Siloam Geneagles, Medikaloka Health Care), produk Sanbe Farma ini akan dengan mudah diserap olah pasar.
Mendirikan San-Clin-Eq, sebuah lembaga pengujian BA/BE, dengan peluang pasar yang menjanjikan dan jumlah pemain yang masih lenggang, peluang San-Clin-Eq bersaing di industri pengujian BA/BE masih sangat besar.
Treath
Persaingan pasar produk infus sangat ketat, karena pasar produk infus dikuasai oleh Otsuka. Hal tersebut merupakan tantangan bagi sanbe untuk bisa merebut pasar infuse di Indonesia.
Sanbe harus menerapkan manajemen SDM yang professional sehingga dapat menjamin adanya regenerasi yang akhirnya diharapkan tetap bisa mempertahankan sanbe sebagai perusahaan farmasi no 1 di Indonesia.
Banyaknya medrep dari perusahaan farmasi lain yang kemampuannya tidak bisa diabaikan sehingga sanbe perlu meningkatkan kembali kinerja personal selling (medical representative)
Menjamin bahwa produk me-too yang dipasarkan oleh Sanbe telah melewati uji BA/BE, mengingat pada tahun 2008 semua produk me-too harus memenuhi syarat BA/BE dan tidak hanya diberi logo atau dibubuhi merk dagang. Dengan demikian, sanbe bisa tetap bersaing dengan originator (korporasi multinasional pemegang paten awal) maupun pesaing lokal. Masa kini, sebagian masyarakat Indonesia mulai beralih menggunakan produk herbal. Oleh karena itu, sanbe perlu melakukan inovasi produk dengan berusaha memproduksi obat-obat herbal.
Sumber : WWW.GOOGLE.COM/ Artikel.Hadapi CAFTA, Pemerintah Perlu Perjelas Strategi
Sumber : WWW.GOOGLE.COM/ Artikel. UMKM Harus Kuasai Teknologi dan Peta Pasar
Sumber : Bataviase.co.id
Sumber : M. Suwandi Yanto. 2010. Artikel: analisis Swot di Perusahaan Sanbe dalam Menghadapi CAFTA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Halo,
BalasHapusApakah Anda secara finansial turun? mendapatkan pinjaman sekarang dan bisnis Anda menghidupkan kembali, Kami adalah pemberi pinjaman dapat diandalkan dan kami memulai program pinjaman ini untuk memberantas kemiskinan dan menciptakan kesempatan bagi yang kurang istimewa untuk memungkinkan mereka membangun sendiri dan menghidupkan kembali bisnis mereka. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami melalui email: (gloryloanfirm@gmail.com). mengisi formulir Informasi Debitur berikut:
Nama lengkap: _______________
Negara: __________________
Sex: ______________________
Umur: ______________________
Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
Durasi Pinjaman: ____________
Tujuan pinjaman: _____________
Nomor ponsel: ________
silahkan mengajukan permohonan perusahaan yang sah.