skip to main | skip to sidebar

SUPER JUNIOR...!!! SARANGHAE....

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Minggu, 18 April 2010

GRAND STRATEGI

Diposting oleh rozia stefani di 08.49 Label: grans strategi, kehutanan, pertanian, perternakan
GRAND STRATEGI

Grand strategi untuk program pertanian

Pertanian yang merupakan suatu mata pencaharian yang sudah dari zaman nenek moyang sangat menjadi penopang hidup untuk masyarakat Indonesia. Khususnya masyarakat yang berada di daerah pedesaan.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam laporan OECD-FAO Agricultural Outlook 2007-2016, edisi Juli 2007, suplai dan stok komoditas pangan dan pertanian dunia diperkirakan mengalami penurunan. Penyebabnya, selain diakibatkan perubahan iklim global, penurunan stok dipicu oleh tingginya permintaan pasar terhadap sejumlah komoditas pertanian untuk bahan baku energi. Kemudian, pada Laporan Food Outlook edisi November 2007, FAO menegaskan bahwa kenaikan harga beras dunia sampai pada harga di atas US$ 330 per ton adalah rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir, dan bahkan pada 24 April 2008 lalu harga beras Thailand telah mencapai US$ 1000 per ton.
Secara rata-rata, kenaikan harga tahun 2007 adalah 16 persen lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga beras pada tahun 2006. Kenaikan harga pangan pokok bangsa Asia ini lebih diperparah dengan kenaikan harga pangan lain seperti gandum, susu, daging dan lain-lain. Lebih merumitkan lagi, keterkaitan harga beras sangat terkait dengan laju inflasi dan elemen ekonomi makro yang sangat terkait dengan pola kebijakan ekonomi secara umum.
Laporan terbaru FAO itu juga menyinggung bahwa kenaikan harga pangan pokok dunia telah menyebabkan kenaikan 18 persen harga pangan di Cina, 13 persen di Indonesia dan Pakistan, 10 persen di Amerika Latin, Rusia, India dan lain-lain. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan makanan telah menyumbang sekitar 75 persen dari laju inflasi 1,10 persen pada Desember 2007. Tidak kurang dari pejabat lembaga dunia setingkat Direktur FAO Jacques Diouf bahkan juga memberikan peringatan bahwa "kombinasi dari kenaikan harga minyak mentah dan kenaikan harga pangan dapat menyebabkan krisis sosial yang sangat serius di masa mendatang" (The Guardian, 3 November 2007).
Produksi beras di tingkat dunia sebenarnya tidaklah terlalu buruk, walau memang sedang mengalami pelandaian (leveling-off) karena peningkatan produksi lebih banyak hanya mengandalkan pertambahan areal panen. Produksi beras global diperkirakan sekitar 643 juta ton pada tahun 2007 atau equivalent 429 juta ton beras. Angka tersebut juga sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan produksi beras 581 juta ton pada tahun 2006 atau dari perkiraan Food Outlook FAO sebelumya pada edisi Juni 2007. Kenaikan produksi di India, Myanmar dan Indonesia diperkirakan cukup signifikan untuk meningkatkan produksi beras dunia tahun 2007. Persoalan menjadi agak kompleks ketika produktivitas beras rata-rata dunia nyaris tidak bertambah pada beberapa tahun terakhir dan tercatat hanya 4,1 ton per hektar.
Ancaman krisis pangan di belahan bumi lain bahkan lebih menakutkan, terutama karena pertambahan penduduk, pemanasan global dan ketidakpastian iklim serta ancaman ekologis karena keterlambatan adaptasi dan mitigasi peruabahan iklim. Menurut laporan Program Pangan Dunia (WFP), sebanyak 57 negara (29 di Afrika, 19 di Asia dan 9 di Amerika Latin) juga terkena terpaan banjir dan bencana ekologis yang menakutkan. Di pihak lain, bencana kekeringan dan gelombang panas juga melanda beberapa tempat di Asia, Eropa, Cina, Mozambik dan Uruguay. Di Australia, yang menjadi salah satu produsen gandum dunia, bencana kekeringan tahun 2007 lalu telah menurunkan produksi gandum sekitar 40 persen (sekitar 4 juta ton). Tidak heran jika kondisi suplai gandum dunia agak terganggu dan melonjakkan harga gandum di pasar global.
Laporan WFP tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 854 juta jiwa di seluruh dunia terancam kelaparan. Kelompok rawan pangan ini bertambah sekitar 4 juta jiwa per tahun, sehingga kenaikan harga pangan dunia saat ini benar-benar di luar jangkauan mereka dari kelompok lapis paling bawah tersebut. Hal serupa juga tengah mengancam Indonesia.
Menurut Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, ancaman krisis pangan di Indonesia akan terjadi akibat ketimpangan jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan yang makin tidak seimbang. Dengan laju pertumbuhan penduduk berkisar antara 1,3-1,5 persen sedangkan luas lahan pertanian tidak bertambah, Indonesia dikhawatirkan pada tahun 2017 nanti tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pangannya.
Menurut saya, grand strategi yang baik untuk program pertanian adalah perbaikan dari program-program pemerintah yang sudah ada. Yang di butuhkan petani pada saat ini adalah pupuk dan pestisida yang murah dari pemerintah. Para petani juga meminta perhatian dari pemerintah untuk menanggulangi kerugian yang di derita petani karena bencana alam yang datangnya tidak bias di duga, yaitu dengan meminta perubahan gaya hidup orang hulu agar orang hilir tidak di rugikan karena banjir yang di sebabkan gaya hidup orang kota.

Sumber : www.Google.com/ Grand Strategi Prov. Jawa Timur 2025 Sebagai: "Pusat Agribisnis Terkemuka, Berdaya Saing Global/oleh ; admin



Grand Strategi Kehutanan

Kawasan konservasi yang paling dekat dengan ibu kota Provinsi Riau adalah Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II. Menurut Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Hutan Raya adalah suatu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi

engelolaan dan pengembangan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II masih menghadapi berbagai permasalahan. Berdasarkan hasil liputan citra landsat Maret 2001, telah terjadi okupasi di dalam kawasan taman hutan raya untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit seluas 1687,52 ha. Di samping itu juga terjadi penebangan liar dan perambahan kawasan sehingga fungsi kawasan taman hutan raya cendrung menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Dinas Kehutanan Provinsi Riau telah melakukan berbagai tindakan pengendalian dan pengembangan, namun masih belum memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu perlu dirumuskan solusi yang komprehensif sehingga rumusan masalah penelitian ini dititikberatkan pada upaya strategis untuk pengembangan taman hutan raya. Untuk itu masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah apa faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang berpengaruh, bagaimana formulasi strategi serta prioritas strategi dalam pengembangan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II

Faktor-faktor kekuatan strategis Dinas Kehutanan Provinsi Riau dalam pengembangan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II adalah status dan potensi kawasan, site plan dan rencana pengelolaan, jumlah SDM Dinas Kehutanan Provinsi Riau memadai dan letak kawasan strategis. Dari hasil evaluasi faktor-faktor kekuatan yang memiliki tingkat kepentingan yang tertinggi adalah status dan potensi kawasan dengan bobot 0,107. Kemudian diikuti oleh faktor-faktor kekuatan lainnya yaitu site plan dan rencana pengelolaan dan jumlah SDM Dinas Kehutanan Provinsi Riau memadai masing-masing memiliki bobot 0,105 dan letak kawasan strategis memiliki bobot 0,091. Faktor-faktor kekuatan tersebut yang menjadi kekuatan utama Dinas Kehutanan Provinsi Riau dalam pengembangan taman hutan raya adalah status dan potensi kawasan, site plan dan rencana pengelolaan, jumlah SDM Dinas Kehutanan Provinsi Riau memadai memiliki rating masing-masing 4. Faktor kekuatan berupa letak kawasan strategis sebagai kekuatan kecil yang ditunjukkan oleh rating 3.




Grand strategi untuk Program Perternakan


Strategi Pengelolaan Rumah Potong Hewan PD.Dharma Jaya Dalam Rangka Peningkatan Mutu Daging Segar di Wilayah DKI Jakarta. Dibawah bimbingan E. Gumbira Sa'id dan Wati Hermawati
Beralihnya perdagangan internasional dari rezim protektif kepada perdagangan bebas AFTA 2003 sesuai dengan perjanjian perdagangan WTO yang ditandatangani tanggal 1 Januari 1995, berdampak langsung pada produk - produk agribisnis terutama daging segar dan daging beku. Dampak jangka pendek produksi daging negara importir menurun, konsumsi daging meningkat terutama negara Asia Timur, produk daging dalam negeri kalah bersaing. Peningkatan konsumsi daging terjadi di Indonesia karena tingkat konsumsi rata - rata Indonesia masih jauh dibawah tingkat konsumsi daging dunia.

Untuk komoditi daging, DKI Jakarta mempunyai posisi pasar yang strategis dengan pertumbuhan penduduk DKI Jakarta sebesar 1,31% per tahun diperkirakan pada tahun 2003 kebutuhan daging sapi dan kerbau adalah sebesar 67.832 ton per tahun dan 70 % dari kebutuhan tersebut dipasok oleh PD. Dharma Jaya, dengan tidak menutup kemungkinan adanya pasokan daging ilegal terutama menjelang hari besar agama.

Penyediaan daging lokal yang berkualitas sesuai dengan tuntutan konsumen, dan meningkatkan daya saing daging lokal merupakan tanggung jawab Dinas Peternakan DKI Jakarta, Rumah Potong Hewan dan perusahaan importir daging. Dalam upaya memperbaiki kualitas daging segar dan memenengkan persaingan PD. Dharma Jaya harus memiliki strategi bisnis dalam mengelola perusahaan sesuai kondisi lingkungan internal dan eksternl yang selalu berubah.

Berangkat dari kondisi tersebut maka masalah yang dirumuskan dalam gladikarya ini adalah: (1) Strategi apa yang telah diterapkan oleh PD Dharma Jaya saat ini dan faktor apa yang jadi penentu dalam merumuskan strategi. (2) Bagaimana Perusahaan mengelola jasa pemotongan sapi. (3) Strategi pengelolaan yang bagaimana yang paling cocok untuk diterapkan di RPH PD.Dharma Jaya sesuai dengan kondisi bisnis saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi dan menganalisa faktor - faktor yang mempengaruhi strategi pengelolaan RPH PD Dharma Jaya saat ini (menggunakan analisis Internal - Eksternal dan matriks SWOT). (2) Memberikan saran - saran perbaikan manajemen pengelolaan RPH,(3)Merekomendasikan prioritas strategi yang tepat untuk diterapkan perusahaan dari hasil analisis matriks SWOT.

Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dan analisis diskriptif dengan mengumpulkan data untuk menjawab permasalahan yang ada. Analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan menggunakan matriks IFE, matriks EFE dan matriks I - E untuk menentukan posisi perusahaan, dilanjutkan dengan analisis menggunakan matriks SWOT untuk mendapatkan alternatif strategi yang sesuai dengan kondisi perusahaan.

Berdasarkan hasil analisis Internal - Eksternal perusahaan dengan menggunakan matriks I - E, diketahui bahwa perusahaan berada pada kwadran V yaitu posisi stabilitas dan pertumbuhan (Stability and growth) dengan skor faktor kekuatan 1.53 dan skor faktor kelemahan 0.82. Sedangkan untuk faktor peluang memiliki skor 1.76 dan ancaman dengan skor 0.83. Strategi tingkat perusahaan (grand strategy) yang disarankan untuk perusahaan yang berada pada posisi ini adalah melakukan integrasi horizontal dan mengadakan konsolidasi kedalam.

Untuk menerapkan grand strategy tersebut analisis menggunakan matrik SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi fungsional diantaranya adalah: (1) Strategi SO yang terdiri dari strategi kemitraan untuk meningkatkan kapasitas produksi skor 2.44 dan strategi integrasi horizontal skor 2.39. (2) Strategi ST, strategi menjaga kualitas produk dan kehalalan sebagai selling point, skor 1,33 dan Strategi pengembangan unit usaha sampingan skor 1.478. (3) Strategi WO terdiri dari strategi aliansi dan joint venture,skor 1.08 dan strategi efisiensi biaya skor 1.405 (4) Strategi WT melalui strategi restrukturisasi organisasi kelembagaan kearah yang lebih professional dengan skor 1.13. Dari alternatif strategi yang diperoleh kemitraan usaha dan integrasi usaha mendapat prioritas pertama dan kedua, disusul strategi pengembangan usaha sampingan dan efisiensi biaya pada urutan ke - 3 dan ke - 4 dan seterusnya.

Implikasi alternatif strategi tersebut bagi perusahaan adalah :

A. Kemitraan Usaha
Strategi kemitraan usaha dapat dilakukan PD.Dharma Jaya terutama dengan pemasok bahan baku yaitu peternak, koperasi dan perusahaan penggemukan sapi swasta dan pedagang sapi antar pulau dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi. Kemitraan usaha dapat dilaksanakan dalam bentuk penyertaan modal,penjamin kredit UKM, penyediaan bibit, penyediaan jasa pemotongan, penyediaan fasilitas dan infrastruktur dan pendistribusian daging.

B. Integrasi Usaha
Strategi integrasi horizontal dapat dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur serta fasilitas yang dimiliki dan jaringan pemasaran yang luas untuk menarik mitra usaha bergabung melakukan pemasaran bersama daging produksi RPH maupun produk impor. Strategi integrasi vertikal kebelakang dalam jangka pendek menjalin kerjasama dengan pemasok bahan baku , dalam jangka menengah dan panjang menghasilkan bahan baku sendiri. Diharapkan PD.Dharma Jaya dapat menyediakan berbagai jenis dan kualitas daging sapi, kerbau, domba dan kambing serta ayam beku dalam kapasitas besar. Jaringan bisnis yang terbentuk akan mendukung perencanaan PEMDA membuka terminal agribisnis daging di wilayah DKI. Integrasi kedepan adalah meningkatkan pengawasan terhadap pesaing.

C. Pengembangan Unit Usaha Sampingan
Limbah organik tersedia dalam jumlah besar sebagai bahan baku pupuk organik bermutu tinggi jika diolah dengan baik. Sedangkan kulit, tanduk dan tulang melalui proses penyamakan dapat dijual dengan nilai tinggi. Hasil penjualan pupuk telah terbukti dapat menutupi kekurangan biaya operasional RPH saat ini. Usaha sampingan lainnya adalah pembukaan out let daging dan jasa konsultasi mencari ternak dan daging berkualitas serta perhitungan rugi laba bisnis daging lokal.

D. Efisiensi Disegala Bidang
Strategi efisiensi biaya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan efektifitas kerja sumber daya perusahaan yang ada. Untuk mengatasi keterbatasan modal kerja dan biaya operasional perusahaan perlu mengadakan perencanaan penghematan diberbagai bidang. Implikasi strategi efisiensi biaya adalah: 1. Meminimalkan Kenaikan Biaya Tetap dengan cara pertumbhan pegawai negatif dan rasionalisasi pegawai. 2. Mengurangi Biaya Tetap tunai dengan cara pengaturan struktur modal melalui penggunaan fasilitas kredit jangka panjang untuk memenuhi modal kerja dan penggunaan fasilitas kredit lunak UKM sehingga beban bunga lebih rendah. 3. Efisiensi biaya variabel
dilakukan ditingkat proses produksi dengan cara pengaturan penggunaan lini mesin pemotongan sesuai jumlah sapi . Biaya variabel juga dapat dihemat dengan strategi kemitraan usaha baik ditingkat on farm (penyediaan bahan baku), maupun pemasaran produk sehingga biaya operasional ditanggung barsama.

E. Pengawasan KualitasTerpadu
Strategi perbaikan kualitas terus menerus memerlukan pengetahuan dan teknologi yang tepat sehingga suatu saat perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen atas berbagai produk yang dapat dibuat dari komoditi daging. Pengawasan kualitas dilakukan mulai dari memilih bibit sapi bakalan dari jenis yang baik, pakan, pemeliharaan dan pengendalian penyakit, sampai pada perlakuan saat proses pemotongan. Perbaikan kualitas melibatkan peternak, mitra usaha, lembaga pengawasan pangan, MUI, LIPI, Perguruan Tinggi, Dinas Karantina dan Dinas Peternakan.

F. Restrukturisasi
Perobahan sistem pengelolaan dan bentuk perusahaan memungkinkan manajemen melakukan penyesuaian dalam perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja perusahaan. Salah satu alternatif adalah melakukan restrukturisasi operasional yang mengarah kepada: Perubahan profesionalisme dan spesialisasi diikuti dengan pemberlakuan reward dan tindakan disiplin yang disesuaikan dengan prestasi karyawan, penghapusan pengaruh birokrasi, dan pelaksanaan desentralisasi operasional usaha yang memberikan wewenang bagi cabang perusahaan untuk mengambil keputusan strategis yang mencakup keputusan tentang harga, sistem pemasaran, pengembangan unit usaha menjadi unit bisnis strategis berdasarkan jenis produk yang dihasilkan, wilayah kerja dan jasa yang ditawarkan sehingga dalam jangka panjang PD.Dharma Jaya menjadi Holding company yang bertindak sebagai penjamin koordinasi yang perlu antar SBU dan pengambilan keputusan strategik untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan.

G. Aliansi dan Joint Venture
Merintis kerjasama dalam bentuk aliansi strategis terutama dibidang perbaikan kualitas produksi dan pemasaran jasa pemotongan dengan perusahaan multinasional sehingga daging produksi RPH. PD.Dharma Jaya memenuhi standar
internasional dan dapat di ekspor kenegara - negara muslim yang membutuhkan.

Sember : http://elibrary.mb.ipb.ac.id
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Facebook Badge

Zia Aci'a Zanozahra

Create Your Badge

Labels

  • aku (1)
  • ANALISA (1)
  • BERSAING (1)
  • CAFTA (1)
  • cepat (1)
  • china (1)
  • dan peluang (1)
  • enak (1)
  • grans strategi (1)
  • informasi (1)
  • internet (1)
  • kehidupan (1)
  • kehutanan (1)
  • kong chow (1)
  • MAL-MAL (1)
  • Masak (1)
  • pertanian (1)
  • perternakan (1)
  • sifat (1)
  • strategi (1)
  • wirausaha (1)

Blog Archive

  • ▼  2010 (8)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ▼  April (5)
      • Semua serba cepat mengakses internet n informasi
      • mengapa orang china bilang kongchow??
      • ANALISI STRATEGIS BERSAING ANTARA MAL-MAL DI BEKAS...
      • GRAND STRATEGI
      • Strategi Menghadapi CAFTA
    • ►  Maret (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)

Followers

tugas manajemen strategik

  • http://roziastefani.blogspot.com/2010/04/grand-strategi.html
  • http://roziastefani.blogspot.com/2010/04/mengapa-orang-china-bilang-kongchow.html
  • http://roziastefani.blogspot.com/2010/04/analisi-strategis-bersaing-antara-mal.html
  • http://roziastefani.blogspot.com/2010/04/analisi-strategis-bersaing-antara-mal.html
  • http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05

Berbagi bersama ziiia

  • Beranda

ABout ZiiiAaA

ziiIa puNYa CeriTA

Mengenai Saya

Foto saya
rozia stefani
saya suka berimajinasi dan membuat sebuah cerita sesuai dengan khayalan imajinasi saya. dan saya orang yang agak serius, sensitif, disiplin waktu, dan cenderung pemarah.
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Arsip Blog

  • ▼  2010 (8)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ▼  April (5)
      • Semua serba cepat mengakses internet n informasi
      • mengapa orang china bilang kongchow??
      • ANALISI STRATEGIS BERSAING ANTARA MAL-MAL DI BEKAS...
      • GRAND STRATEGI
      • Strategi Menghadapi CAFTA
    • ►  Maret (1)
  • ►  2009 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)

Cari Blog Ini

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com